Breaking News
Home / Profil / Profil Kementerian Agama Kabupaten Bireuen

Profil Kementerian Agama Kabupaten Bireuen

PROFIL KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BIREUEN

 

  1. Gambaran Kementerian Agama Kabupaten Bireuen.

Kabupaten Bireuen adalah Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara tanggal 12 Oktober 1999.Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen mulai berpisah dari Kabupaten Aceh Utara pada tanggal 16 Agustus 2002.Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menjalankan tugas secara definitife berdasarkan  Undang-undang Nomor 48 Tahun 1999 dan Keputusan Kementerian Agama RI Nomor 373 tahun 2002.

Pada awalnya kabupaten ini terdiri dari 7 (tujuh) kecamatan dan pada tahun 2001 yang kemudian dimekarkan menjadi 10 (sepuluh) kecamatan. Selanjutnya pada tahun 2004 dimekarkan kembali menjadi 17 (tujuh belas) kecamatan hingga saat ini,yang terdiri dari: (1) Kecamatan Samalanga, (2) Simpang Mamplam, (3). Kecamatan Pandrah, (4). Kecamatan Jeunib, (5). Kecamatan Peulimbang, (6) Kecamatan Peudada, (7).Kecamatan Juli, (8) Kecamatan Jumpa, (9).Kecamatan Kota Juang, (10) Kecamatan Kuala, (11).Kecamatan jangka, (12) Kecamatan Peusangan, (13).Kecamatan Peusangan selatan, (14). Kecamatan Peusangan Sb. Krueng, (15). Kecamatan Makmur, (16) Kecamatan Gandapura, (17) Kecamatan Kuta Blang.

Luas wilayah Kabupaten Bireuen sebanyak 17,58 persen atau seluas 33.427 ha merupakan kawasan ladang/huma, 8,63 persen atau 16.416,93 ha dimanfaatkan untuk perkebunan besar, seluas 27.791 ha (14,62 persen) dimanfaatkan untuk lahan perkebunan rakyat, serta seluas 22.948 ha (12,07 persen) dari luas wilayah diperuntukan sebagai areal persawahan. Berikut ini disajikan dalam tabel data luas wilayah, jumlah Mukim, dan Kelurahan Perkecamatan Kabupaten Bireuen.

Tabel 1.1  Data Luas Wilayah, Jumlah Mukim dan Kelurahan Per Kecamatan

Kabupaten Bireuen

 

No. Kecamatan Luas (Km2) Jumlah Kemukiman Jumlah Kelurahan
1. Samalanga 15.622 5 46
2. Simpang Mamplam 21.849 3 41
3. Pandrah 8.933 3 19
4. Jeunieb 11.452 6 43
5. Peulimbang 6.415 3 22
6. Peudada 39.133 6 52
7. Juli 21.208 4 36
8. Jeumpa 6.942 5 42
9. Kota Juang 3.156 4 23
10. Kuala 2.372 4 20
11. Jangka 8.118 5 46
12. Peusangan 12.248 9 69
13. Peusangan Selatan 12.830 3 21
14. Peusangan Siblah Krueng 5.462 3 21
15. Makmur 6.653 4 27
16. Gandapura 3.615 4 40
17. Kuta Blang 4.110 4 41
Total 190.121 75 609

Sumber : hhtp://dppkpbireuen.wordpress.com/about/kabupaten-bireuen/

            Sementara itu, luas wilayah kecamatan terbesar di Kabupaten Bireuen yaitu Kecamatan Peudada  (312.84 Km2) sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Kota Juang (16.91Km2).  Kabupaten Bireuen  merupakan bagian pantai Timur Sumatera yang berada pada koordinat 40.54’-50.21’ Lintang Utara (LU) dan 960.20’ -970.21 Bujur Timur (BT) dengan luas wilayahnya 1.901,21 Km2 atau (190.121 Ha) dan berada pada ketinggian 0 sampai 800 meter Dari Permukaan Laut (DPL).Adapun batas wilayah sebagai berikut:

 

  • Sebelah Utara : Berbatasan dengan Selat Malaka.
  • Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah.
  • Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Pidie Jaya.
  • Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Utara.

Kabupaten Bireuen terbagi dalam 17 Kecamatan dan 75 Kemukiman. Pada Tahun 2008 sesuai dengan Qanun No.06 Tahun 2008 yang ditetapkan pada tanggal 19 September 2008 tentang Penghapusan Kelurahan dan Pembentukan Gampong, dimana Kelurahan Kota Bireuen menjadi Gampong Bandar Bireuen dan Kelurahan Meunasah Timu menjadi Gampong Meunasah Timu sehingga jumlah Gampong di Kabupaten Bireuen menjadi 609 Gampong.

Selanjutnya,jumlah penduduk Kabupaten Bireuen keseluruhan sejumlah 426.505 jiwa pada tahun 2016. Kondisi ini pula yang membuat 33,05 persen penduduknya bekerja di sektor agraris. Sisanya diberbagai lapangan usaha seperti jasa perdagangan, industri, pertanian, dan tanaman pangan memberikan kontribusi terbesar untuk Kabupaten Bireuen. Sedangkan jumlah agama yang dianut oleh penduduk Kabupaten Bireuen terdiri dari : (1). Islam, (2). Kristen Protestan, (3). Kristen Khatolik, (4). Hindu dan (5). Budha. Jadi  sebagian  besar penduduk Kabupaten Bireuen beragama Islam sebesar   434.366 jiwa.

 

Berikut ini disajikan dalam tabel data jumlah penduduk menurut agama Kabupaten Bireuen.

 

Tabel 1.2 Data Jumlah Penduduk Menurut Agama Kabupaten Bireuen

Tahun 2015

 

No Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Agama
Jlh Penduduk Islam Kristen Protestan Kristen Katolik Budha Hindu
1 Samalanga 31.658 31.647 2 9
2 Sp. Mamplam 29.131 29.130 1
3 Pandrah 8.058 8.050 8
4 Jeunieb 27.187 27.187
5 Peulimbang 11.573 11.571 2
6 Peudada 26.753 26.750 2 1
7 Juli 33.392 33.362 23 3 4
8 Jeumpa 37.489 37.489
9 Kota Juang 47.943 47.188 285 19 35 416
10 Kuala 17.838 17.838
11 Jangka 26.911 26.911
12 Peusangan 52.631 52.519 112
14 Peusangan Selatan 14.708 14.708
13 Peusangan Sb. Krueng 12.046 12.046
15 Makmur 14.924 14.924
16 Gandapura 21.555 21.543 1 11
17 Kuta Blang 21.503 21.503
Jumlah 435.300 434.366 322 23 35 554

Sumber: Dinas Sipil dan Kependudukan Kabupaten Bireuen

 

GAMBAR 1.2 PETA KABUPATEN BIREUEN

Hasil gambar untuk gambar peta kabupaten bireuen

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah data tentangKantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen beralamat di Jalan Banda Aceh–Medan Km. 217 Cot Gapu, Bireuen 24251. Telp.(0644) 22272 Faximile (0644) 324198. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen jika dilihat dari citra satelit seperti gambar di bawah ini:

 

Gambar 1.1. Lokasi Kantor Kementerian Agama Kabupate Bireuen

 

 

 

 

 

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen telahdipimpin oleh  5 (empat) orang Kepala dan 2 (dua) orang PJMT diantaranya yaitu:

  1. H. Anwar Hasan 2001 s/d 2004
  2. H. Zahari Sulaiman 2004 s/d 2006
  3. H. Djamaluddin Idris 2006 s/d 2008 (Pjmt)
  4. H. Zulhelmi A.Rahman, M.Ag 2008 s/d 2013
  5. Ismuar, S.Ag Menjabat selama 2 Bulan (Pjmt)
  6. Maiyusri Oktober 2013 s/d sekarang
  7. Drs. H. Zulkifli Idris, M.Pd Juni 2017 s/d sekarang

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen memiliki 4 (empat ) Program yaitu: (1) Program  Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.Kementerian Agama dengan kode Satuan Kerja (635354 DIPA 01) terdiri dari bagian Kepegawaian, bagian keuangan, bagian perencanaan dan bagian Umum.(2) Program Bimbingan masyarakat Islam dengan Kode Satuan Kerja 635355 DIPA 03 terdiri Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggara Syariah, (3) Program Pendidikan Islam  dengan Kode Satuan Kerja 635356 DIPA 04 terdiri dari Seksi Pendidikan Madrasah dan Seksi Pendidikan Keagamaan Islam terdiri dari bagian PD Pontren dan bagian Pais, dan (4) Program Penyelenggaran Haji dan Umrah dengan Kode Satuan Kerja 635357 DIPA 09.

 

  1. Gambaran Pelayanan Satuan Kerja

 

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen  adalah instansi vertikal yang  berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kantor Wilayah  Kementerian Agama Provinsi Aceh yang diatur dalam Keputusan Menteria Agama Nomor 373 Tahun 2002 pasal 81. Berdasarkan kedudukan tersebut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:

  1. Tugas

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen mempunyai tugas melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi Kementerian Agama dalam wilayah Kabupaten Bireuen berdasarkan kebijakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan perundang-undangan yang berlaku.

  1. Fungsi

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen  termasuk dalam Tipologi III A berdasarkan KMA  Nomor 1 tahun 2001. Selain tugas pokok di atas juga mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan dengan potensi organisasi antara lain  yaitu:

  1. Perumusan visi, misi dan kebijakan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan kehidupan  beragama pada masyarakat di Kabupaten
  2. Pembinaan, pelayanan, dan bimbingan dibidang bimbingan masyarakat islam, pelayanan haji dan umrah, pengembangan zakat dan wakaf, pendidikan agama islam dan keagamaan, pondok pesantren, pendidikan agama islam pada masyarakat dan pemberdayaan mesjid, urusan agama, pendidikan agama sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Pelaksanaan kebijakan teknis dibidang pengelolaan administrasi dan informasi, keagamaan.
  4. Pelayanan dan bimbingan dibidang kerukunan umat beragama.
  5. Pengkoordinasian perencanaan, pengendalian, dan pengawasan program.
  6. Pelaksanaan hubungan dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan lembaga masyarakat dalam rangka pelaksanaan tugas Kementerian Agama Kabupaten Bireuen.

 

  1. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama. Susunan Organisasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300 ayat (2) huruf f terdiri atas

 

Gambar 2.1

Struktur Organisasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Kankemenag Kabupaten Bireuen

 

Struktur Organisasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen  terdiri atas 1 (satu) Orang Pejabat eselon III, 6 (enam) Orang Pejabat eselon IV, dengan tugas dan fungsi antara lain sebagai berikut :

  1. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi perumusan kebijakan teknis dan perencanaan, pelaksanaan pelayanan dan pembinaan administrasi, keuangan dan barang milik Negara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen.
  2. Seksi Pendidikan Madrasah mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang RA, MI, MTs, dan MA.
  3. Seksi Pendidikan Agama dan KeagamaanIslam mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi dibidang pendidikan agama islam dan pendidikan keagamaan islam. Selain itu, melaksanakan tugas pada Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren  mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi  di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.
  4. Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang penyelenggaraan haji dan umrah.
  5. Seksi Bimbingan Masyarakat Islam mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang bimbingan masyarakat islam.
  6. Penyelenggara Syariah mempunyai tugas melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang pembinaan syariah.
  7. Kelompok Jabatan fungsional terdiri dari : (1). sejumlah  jabatan fungsional   yang    terbagi   dalam  berbagai   jenis   dan jenjang jabatan   fungsional sesuai dengan bidang keahliah, (2). Jumlah   tenaga  fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban  kerja dan  (3). Jenis dan jenjang jabatan fungsional sesuai dengan peraturan perundang- undangan

 

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen merupakan instansi vertikal yang memiliki wilayah kerja pada Raudhatul Atfal (19 RA),   Satuan Kerja (Satker) Madrasah Ibtidaiyah Negeri/ Swasta (55/3 Madrasah), Madrasah Tsanawiyah Negeri/ Swasta  ( 11/ 22),  Madrasah Aliyah Negeri / Swasta ( 7 / 11 )  dan17 KUA Kecamatan.

Adapun Jumlah Pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten terdiri dari Kelompok Jabatan Fungsional Umum (JFU)  berjumlah 267 (dua ratus enam puluh tujuh)  orang dan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) berjumlah 197 (seratus Sembilan puluh tujuh) orang terdiri dari, yaitu  Pengawas PAI 5  (lima) orang dan Pengawas Madrasah 6 (enam) orang , Penghulu 20 (dua puluh) orang, Penyuluh 28 (dua puluh delapan) orang, Analis Kepegawaian 1 (satu) orang, Perencana 1 (satu) orang, dan Barjas 1 (satu) orang dan Guru PNS yang mengajar di Madrasah Swasta 135 (seratus tiga puluh lima) orang. Sedang Jumlah Guru di MIN, MTsN dan MAN berjumlah 1.206 (seribu dua ratus enam) orang dan Guru PAI berjumlah 325 (tiga ratus dua puluh lima) orang.

 

Tabel 2.2 Data Jumlah  Madrasah Negeri  dan Swasta

di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen

 

 

No

 

Variabel MI MTs MA
1 Negeri 55 11 7
Swasta 3 22 17

 

 

Tabel 2.3  Data Jumlah  Kantor urusan Agama (KUA) Kecamatan

di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen

 

No Nama Kepala KUA  

Nama KUA. Kec.

 

Kepala Divinitif
1 T. Mursal, M.Nur, S.Hi. MH Peudada
2 Radhi, S.Ag Juli
3 Yusri, S.Ag Kuala
4 Saifanni, S.Ag Peusangan
5 M. Kafrawi, S.Ag Peusangan Selatan
6 Drs. Syafruddin Jangka
7 Drs. Hasan Basri Kuta Blang
8 Abdul Halim Makmur
9 Drs. Jamil Gandapura
10 Drs. Mukhlis Jeumpa
11 H. Ismuar, S.Ag Kota Juang
Kepala Pjs
12 Zulkifli, S.Ag Simpang Mamplam
13 Mustafa Kamal, S.Ag Pandrah
14 Dicky Kurniawan, S.Hi Jeunieb
15 Basyiruddin, S.Hi Peulimbang
16 Drs. Zulhadi Peusangan Siblah Krueng
17 Zulkifli, S.Ag Samalanga

 

 

Tabel 2.4  Data Jumlah  Guru dan siswa di Madrasah (MIN,MTsN dan MAN)

di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen

 

No Madrasah Guru Siswa
Lk Pr Lk Pr
1 MIN 160 578 7.056 9.814
2 MTsN 94 203 3.901 4.194
3 MAN 59 112 2.33 2.670

 

  1. Visi, Misi dan TujuanKantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen.

 

3.1 Visi

Visi adalah cara pandang jauh ke depan ke mana dibawa atau gambaran menantang tentang keadaan masa depan kemana suatu organisasi harus dibawa dan diarahkan agar secara konsisten dan tetap eksis, antisifatif, inovatif serta produktif dan berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan.

Adapun Visi Kementerian Agama Kabupaten Bireuen2015-2019 adalah:

 

“ TERCIPTANYA MASYARAKAT KABUPATEN BIREUEN YANG TAAT BERAGAMA, RUKUN, CERDAS DAN SEJAHTERA LAHIR DAN BATIN  “

 

Taat memiliki pengertian tunduk dan patuh, sehingga taat beragama dapat didefinisikan bahwa setiap umat beragama mampu menjalankan kegiatan beragamanya sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.

Rukun memiliki pengertian baik dan damai, sehingga rukun dapat didefinisikan bahwa terciptanya kehidupan inter dan antar umat beragama di Kabupaten Bireuen secara baik dan damai dengan mengfungsikan peran kelembagaan keagamaan melalui FKUB di Kabupaten Bireuen. Hal ini, sejalan dengan visi nasional dan akan mendorong munculnya rasa toleransi sesama umat beragama, rasa saling menghargai dan sikap kegotong-royongan.

Kecerdasan mencakup kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, yang masing-masing indikatornya sebagai berikut :

  1. Kecerdasan intelektual

Memiliki kemampuan untuk mempelajari, memahami, dan menguasai ilmu agama, serta sains dan teknologi sesuai dengan jenjang pendidikan; berfikir rasional abstrak, inovatif dan kreatif; serta mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam rangka memecahkan masalah (problem solving).

  1. Kecerdasan emosional

Memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi diri dan orang lain, dapat memotivasi diri, serta berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain.

  1. Kecerdasan spiritual

Yaitu mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan akhlak mulia dan nilai-nilai agama Islam, serta menempatkan perilaku hidup dalam konteks makna yang luas.

Sejahtera mengandung pengertian aman sentosa, makmur, serta selamat, terlepas dari berbagai gangguan. Sehingga sejahtera lahir dan batin dalam konteks agama dapat diartikan bahwa setiap umat beragama di Kabupaten Bireuen  dapat menjalankan kegiatan beragama secara bebas tanpa ada gangguan dari pihak manapun, serta tersedia fasilitas  beribadah yang memadai bagi seluruh umat beragama di Kabupaten Bireuen.

Agama merupakan salah satu hak dasar bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bireuen  dan Undang-Undang telah menjamin bahwa setiap umat beragama dijamin kebebasannya dalam melaksanakan kegiatan beragamanya. Untuk itu perlu diwujudkan rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin, tersedianya lingkungan yang bersih, aman dan nyaman bagi kegiatan beragama seluruh masyarakat Kabupaten Bireuen serta adanya keserasian dan saling menghormati tidak hanya sesama manusia tetapi juga dengan lingkungan sekitarnya.

Dari sisi ekonomi, kesejahteraan lahir dan batin diwujudkan dengan upaya pemanfaatan dan pengelolaan potensi ekonomi keagamaan seperti Zakat dan Wakaf sehingga mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat beragama.

3.2 Misi

Untuk mencapai visi tersebut diperlukan aksi atau kegiatan yang terencana dan berkesinambungan sampai pada tahun yang ditentukan, dan itu semua dituangkan dalam bentuk misi.Untuk mewujudkan Visi yang telah ditetapkan, maka misi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen sebagai berikut :

  1. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran dalam beragama;
  2. Memperkokoh kerukunan umat beragama dan lembaga keagamaan;
  3. Meningkatkan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan;
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan;
  5. Meningkatkan penyelenggaraan haji dan umrah yang berkualitas dan akuntabel;
  6. Meningkatkan pelayanan birokrasi dan administrasi yang bersih dan akuntabel.

3.3  Tujuan

Kementerian Agama Kabupaten Bireuen merupakan Kementerian yang mengembang tugas dan fungsi pembangunan bidang agama serta bidang pendidikan.Secara lebih khusus pembangunan bidang pendidikan yang menjadi tugas Kementerian AgamaKabupaten Bireuen adalah pendidikan umum berciri agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan. Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Kementerian AgamaKabupaten Bireuen. Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menetapkan tujuan sesuai dengan kedua tugas dan fungsi yang diembannya.

Tujuan pembangunan bidang agama untuk periode 2015- 2019 adalah:

  1. Peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran beragama masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
  2. Pengukuhan suasana kerukunan hidup umat beragma yang harmonis dan toleransi dengan melibatkan lembaga keagamaan.
  3. Peningkatan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan.
  4. Peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang transparan dan akuntabel untuk pelayanan ibadah haji yang prima.
  5. Peningkatan kualitas pelayanan birokrasi dan administrasi pembangunan bidang agama.

Adapun tujuan pembangunan bidang pendidikan adalah:

  1. Peningkatan akses pendidikan yang setara bagi masyarakat tidak mampu terhadap pendidikan dasar-menengah (wajib belajar 12 tahun).
  2. Peningkatan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat pada berbagai jenjang pendidikan.
  3. Penurunan tingkatkegagalan masyarakat dalam menyelesaikan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar-menengah (wajib belajar 12 tahun).
  4. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang pendidikan.
  5. Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam melakukan proses mendidik yang profesional di seluruh satuan pendidikan.
  6. Peningkatan akses masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan agama pada satuan pendidikan umum yang berkualitas.
  7. Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan keagamaanyang berkualitas.

 

Bireuen, 16 Nopember 2017

Kepala Kantor kementerian Agama

Kabupaten Bireuen

 

Drs. H. Zulkifli Idris, M.Pd

 

 

Print Friendly, PDF & Email

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *