Breaking News
Home / Berita / Kakankemenag Bireuen: Guru Harus Modif

Kakankemenag Bireuen: Guru Harus Modif

Kakankemenag Bireuen: Guru Harus Modif

Bireuen (Farizal)— Jadilah guru yang modif (moderat-inovatif-inspiratif). Guru yang selalu menghargai dan mengakomudir, serta mengarahkan sikap dan pandangan siswa, teman guru, dan rekan kerjanya, untuk selalu berada di antara sikap dan pandangan yang ekstrim.

Demikian antara lain pesan yang disampaikan kepala kankemenag Bireuen, Drs H Zulkifli Idris MPd di hadapan guru, saat membuka kegiatan workshop pembelajaran berbasis IT di masa pandemi covid-19 tingkat MI se-kabupaten Bireuen tahun 2020, yang berlangsung di MIN 50 Bireuen, Senin (14/9/2020) pagi.

Ia melanjutkan, guru yang inspiratif adalah guru yang bisa menjadi teladan, panutan dan inspirasi bagi siswa dan teman guru lainnya, terutama dalam mengembangkan proses pembelajaran.

Zulkifli mengajak para guru untuk terus meningkatkan kualitas mutu pendidikan melalui upaya peningkatan dan pengembangan kapasitas diri. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti workshop, seminar, Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan lain-lain.

“Seiring perjalanan waktu, kita dituntut untuk terus berubah dan melakukan perubahan menuju ke arah pendidikan yang lebih baik lagi. Karena itu ikutilah kegiatan ini dengan didasari niat yang tulus dan ikhlas serta penuh keseriusan, hingga acara tuntas,” pinta Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Ia mengingatkan panitia dan peserta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung. Apalagi dalam beberapa hari terakhir ini jumlah kasus positif covid-19 di Aceh terus meningkat, imbuhnya.

Sementara itu panitia pelaksana, Sardani SPd yang juga ketua K2MI kabupaten Bireuen, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program perdana K2MI yang baru dilantik beberapa bulan lalu, bekerjasama dengan pengurus KKG kabupaten.

Kegiatan yang mengangkat tema “optimalkan KKG dan MGMP untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah,” diikuti oleh 80 guru dari 58 Madrasah Ibtidaiyah se-kabupaten Bireuen, dan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin – Rabu, 14 – 16 September 2020.

Kegiatan tersebut akan membahas beberapa materi dengan menghadirkan nara sumber dari provinsi Aceh dan juga narasumber lokal, jelas Sardani.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan kegiatan ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan gugus tugas penanganan covid-19 kabupaten Bireuen. Dan dalam pelaksanaan kegiatan akan menerapkan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan kegiatan perdana ini menjadi perangsang bagi teman-teman pengurus KKG di tingkat gugus dan kabupaten untuk terus melaksanakan dan mengoptimalkan kegiatan seperti ini,” harap Pawang, panggilan akrab Sardani.

Turut hadir saat pembukaan acara secara resmi, kasi pendidikan madrasah, Azhary MPd; koodinator pengawas madrasah dan pengawas madrasah tingkat provinsi, Drs Nopia Dorsain; dan Zulham Iskandar Muda SPd MPd; pengawas madrasah kankemenag Bireuen; dan kepala madrasah.

Print Friendly, PDF & Email

About admin

Check Also

FKUB Bireuen Gelar Dialog Antar Umat Beragama

Bireuen (Inmas Bireuen/Farizal)— Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) kabupaten Bireuen menggelar dialog antar umat beragama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *