Breaking News
Home / Berita / Tahap Pertama, Sepuluh Pimpinan Ponpes di Bireuen Dapat Bantuan Daring.

Tahap Pertama, Sepuluh Pimpinan Ponpes di Bireuen Dapat Bantuan Daring.

Bireuen ( Inmas Kemenag/ilham ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen melalui Kasi Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS) menyerahkan bantuan pembelajaran daring untuk pondok pesantren dari Kementerian Agama pusat, Bantuan pembelajaran daring berupa uang tunai Rp15 juta.

Pelaksanaan sosialisasi dan penyerahan bantuan ini berlangsung di Aula, Kantor Kemenag Bireuen. Jum’at (18/9/2020). Yang di hadiri 10 Pimpinan Pondok Pesantren ( Dayah ) dari 68 lembaga yang menerima bantuan. Turut hadir juga staf  bidang Pontren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Susilawati, SE dan Fitri Widya Astuti, Amd

Kasi Seksi PAKIS Kemenag Bireuen, H Sulaimannur, S.Ag mengatakan bahwa bantuan pembelajaran daring ini bersumber dari APBN dan lembaga yang menerima bantuan ini ditetapkan oleh Kementerian Agama RI.

“Kementerian Agama RI sudah menetapkan lembaga yang menerima bantuan pembelajaran daring ini khusus untuk Kabupaten Bireuen adalah 68 pesantren dari 556 lembaga yang ada di  provinsi Aceh,”ungkapnya.

Dikatakannya, para pimpinan pesantren penerima bantuan sengaja diundang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menjelaskan beberapa hal teknis mulai dari pencairan di bank, penggunaan dana bantuan dan pembuatan laporan pertanggungjawaban. Yang akan disampaikan oleh staf Seksi Pontren Kemenag Provinsi Aceh.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Drs. H. Zulkifli Idris, M.Pd yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa bantuan Kementerian Agama RI untuk pesantren  yaitu bantuan pembelajaran daring.

Ia berpesan kepada pimpinan pondok pesantren agar dapat memanfaatkan serta menggunakan bantuan tersebut sebaik-baiknya dalam rangka menunjang penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Beliau menambahkan  untuk mengelolah suatu pendidikan, semuanya sudah ada regulasinya baik majelis ta’lim, TPA/TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sampai dengan Ponpes, semuanya sudah harus ada izin operasionalnya.

”Seiring dengan itu , Pemerintah sudah mewajibkan seluruh lembaga pendidikan agama dan keagamaan Islam wajib hukumnya untuk memiliki izin operasionalnya. Berkaitan dengan bantuan ini, semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk penyelenggaraan pembelajaran secara daring,” tutupnya.

 

Print Friendly, PDF & Email

About admin

Check Also

FKUB Bireuen Gelar Dialog Antar Umat Beragama

Bireuen (Inmas Bireuen/Farizal)— Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) kabupaten Bireuen menggelar dialog antar umat beragama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *