Breaking News
Home / Berita / Kunjungi MIN 50 Bireuen, Tim PPM Beri Motivasi Guru

Kunjungi MIN 50 Bireuen, Tim PPM Beri Motivasi Guru

Bireuen (Najib Z/ Frz/Inmas Kemenag Bireuen)— Anggota Pusat Pengembangan Madrasah (PPM) Kanwil Kemenag Aceh memberi motivasi dan semangat untuk guru MIN 50 Bireuen dan berharap guru memiliki sifat terpuji.

 

“Baik diluar kelas maupun di dalam kelas, guru harus memiliki akhlak yang baik karena menjadi panutan anak didik,” kata Dr Mufakkir Muhammad, dosen UIN Ar-Raniry yang termasuk dalam tim PPM Kanwil Kemenag Aceh, saat berbicara di hadapan guru MIN 50 Bireuen, Rabu (7/4/2021).

 

Kunjungan ke MIN 50 Bireuen dalam rangka pembinaan seiring masuknya madrasah tersebut ke dalam madrasah ibtidaiyah unggul di jajaran Kankemenag Bireuen.

 

“Bicaralah dengan bahasa yang santun dengan anak didik. Selain sifat tersebut, guru juga harus memiliki sifat “hafidhun ‘alimun,” tambah Mufakkir.

 

Mufakhir menjelaskan bagaimana menjadi guru yang “hafidhun” yaitu guru yang mampu menjaga kenyamanan belajar, dan anak-anak didik merasa terlindungi.

 

Oleh sebab itu, kata dia, jika ada guru yang tidak bisa datang ke sekolah agar memberi tahu kepala sekolah, guru atau guru piket, supaya hak anak tidak terabaikan.

 

“Guru juga harus mampu menjaga amanah, harus jujur dan melakukan inovasi,” ujarnya.

 

Sementara “’alimun” adalah bersikap professional. Guru harus mampu memajukan lembaga dan mampu melawan kelemahan sendiri, terangnya.

 

Lalu, Drs H Nasruddin MAg yang juga kasi kurikulum dan kesiswaan bidang pendidikan madrasah Kanwil Kemenag Aceh mengatakan, jika memang dibutuhkan, guru bisa melakukan studi banding ke madrasah unggul di daerah lain.

 

Ia pun menyebut beberapa nama madrasah di pulau Jawa yang sudah pernah dikunjunginya.

 

“Kalau perlu lakukan studi banding ke madrasah unggul yang berada di daerah lain, tapi dengan catatan beberapa tahun kemudian madrasah lain yang akan studi bading ke MIN 50 Bireuen karena prestasi, baik tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

 

Hal serupa juga disampaikan Drs Mardin, ia mengajak guru untuk berimprovisasi dan berinovasi agar madrasah ibtidaiyah unggul menjadi ”kiblat” madrasah ibtidaiyah lain.

 

Sebelum berbicara dihadapan guru, operator madrasah dan pegawai tata usaha, tim PPM atau Madrasah Developmen Center (MDC) terlebih dulu melakukan monitoring ke sejumlah ruang kelas. Menyaksikan proses belajar mengajar, lalu meninjau “apotek hidup” atau toga (tanaman obat keluarga), ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan ruang bimbingan konseling.

 

Tim tersebut terdiri dari kasi kurikulum pada Kanwil Kemenag Aceh Drs H Nasruddin MAg, Drs Mardin MA dan Dosen Pasca sarjana UIN Ar-Raniry Dr Mufakhir Muhammad.

 

Kedatangan mereka ke MIN 50 Bireuen didampingi kasi pendidikan madrasah Kankemenag Bireuen, Anis SAg.

Print Friendly, PDF & Email

About admin

Check Also

Kakankemenag Bireuen Buka PDWK Penyuluh

Bireuen (Farizal)—Kepala Kankemenag Bireuen Drs H Zulkifli Idris MPd membuka secara resmi Pelatihan Di Wilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *