Breaking News
Home / Berita / SATUKAN PERSEPSI, POKJALUH GELAR RAKOR WILAYAH II

SATUKAN PERSEPSI, POKJALUH GELAR RAKOR WILAYAH II


Takengon – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) menggelar acara rapat koordinasi (Rakor) wilayah II yang terdiri dari wilayah Aceh Tengah, Bireuen, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara yang berlangsung Jum’at, 17 September 2021 di Takengon. Rakor wilayah II merupakan tindak lanjut dari Rakor Wilayah I yang dilaksanakan di Langsa oleh penyuluh dibeberapa kabupaten kota yaitu Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang pada awal Juni yang lalu.
Rapat Koordinasi Wilayah II di buka oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. Azhari di Aula Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah. Dalam arahannya Drs. Azhari menyampaikan bahwa penyuluh adalah sebuah pekerjaan yang paling mulia di sisi Allah dan orang yang paling beruntung. ” Kegiatan penyuluhan dapat terlaksana dengan baik apabila penyuluh dapat menjalankan fungsinya secara maksimal yang sering disebut trilogi yaitu fungsi informatif edukatif, fungsi konsultatif, dan fungsi advokatif. Fungsi informatif edukatif adalah pekerjaan membina, memberi pelajaran, memberi pesan agama sesuai Al-Qur’an dan Al-Sunnah, “ujar Azhari. Oleh sebab itu, Menurut Azhari, penyuluh harus menghindari kalimat-kalimat yang mengandung unsur provokatif dalam menyampaikan pesan agama dan pembangunan, juga dapat menggunakan media secara bijak.
Selain itu, dia menegaskan bahwa levelnya penyuluh adalah dikabupaten sedangkan sasarannya adalah gampong-gampong oleh sebab itu penyuluh ditempatkan di Kantor Urusan Agama Kecamatan agar memudahkan melakukan koordinasi. penyuluh agama harus menjadi pribadi yang bisa diteladani dan melaksanakan tugas penyuluhan secara profesional. “Penyuluh selain melaksanakan dakwah secara ikhlas, juga memiliki tanggung jawab dalam menjamin kehidupan pribadi sebagaimana reward yang diberikan oleh pemerintah dalam hal pangkat. Oleh sebab itu setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh penyuluh harus dicatat, didokumentasikan, daftar hadir yang merupakan bagian dari laporan yang menjadi pendukung dalam kenaikan pangkat, ” Kata dia.
Dalam kesempatan itu juga, Kabid Penaiszawa memberikan apresiasi kepada para peserta Rakor Wilayah II yang telah dengan mandiri berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan rakor walaupun tanpa dukungan materil baik dari Provinsi maupun Kabupaten. “Anak yang mandiri tidak terlalu mengharap bantuan dari orang tuanya namun orang tua yang bijaksana paham betul akan kebutuhan anaknya lanjutnya. Kemunculan kegiatan ini akan menjadi pertimbangan dalam perencanaan anggaran tahun depan. Tentu ungkapan ini menjadi angin segar bagi seluruh Penyuluh Agama Provinsi Aceh untuk mewujudkan penyuluh agama yang tangguh, ” Demikian harap Azhari.
Kegiatan yang dihadiri 58 peserta dari Aceh Tengah, Bireuen, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Turut hadir pada acara tersebut Kankemenag Aceh Tengah Said Saidi B, S. Ag, MA sebagai tuan rumah Rakor Wilayah II, Kasi dan Kabid Kemenag Aceh Tengah, Ust Zulfikar pimpinan Dayah Tahfiz Al-Ikhlas dan Ketua BWI Aceh.
Setelah tertib pembukaan kegiatan Rakor berakhir, kegiatan pelaksanaan Rapat Koordinasi yang merupakan inti kegiatan dipusatkan di Pantai Ujung Mepar sebagaimana arahan ketua panitia pelaksana kegiatan, Suhaimi yang juga merupakan ketua Pokjaluh Kabupaten Aceh Tengah. Mengawali kegiatan Rakor, turut hadir Hj. Romiati, S. Ag., M. Sos. selaku Sekretaris Pokjaluh Provinsi Aceh. Dalam kesempatan tersebut Ustazah Ros, sapaan akran beliau- memberikan arahan dan pembekalan kepada seluruh peserta Rakor mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penilaian angka kredit Penyuluh Agama.
Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Drs. Muzakir sebagai koordinator Rakor Wilayah II memberikan beberapa rekomendasi yaitu penyeragaman bukti fisik usul penetapan angka kredit penyuluh agama mencakup bukti fisik konsep materi, bukti fisik merumuskan materi, bukti fisik rekaman video/film, bukti fisik booklet, bukti fisik link youtube, bukti fisik leaflet dan bukti fisik slide. Selain itu, dalam kesempatan tersebut penyuluh agama sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah khususnya Kementerian Agama Provinsi Aceh dalam mengupayakan kendaraan operasional dan labtop dalam mendukung program penyuluhan dan media penyampaian informasi kepada masyarakat.(Bahriar/Syahrati)

Print Friendly, PDF & Email

About admin

Check Also

Tim Kerja ZI Kankemenag Bireuen Ikuti Bimtek Pengendalian Gratifikasi

Bireuen (Farizal)— Tim kerja pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *